Kamis, 03 September 2015

Jangan Kesepian!

Bukan, ini bukan himbauan atau perintah bagi para jomblo akut supaya cepat cari pendamping hidup kok. Karena kesepian itu bukan cuma milik jomblo, tapi milik semua orang. Bener gak?


Btw, yang jomblo, mana tepuk tangan meriahnya? 


Bohong kalau ada yang bilang gak pernah ngerasa yang namanya kesepian, meskipun udah punya pasangan, keluarga, teman, sahabat, atau mantan. Setiap orang pasti pernah ngerasain momen kesepiannya masing-masing. Lama atau sebentar. Sementara atau selamanya.


Kesepian bisa ditemui di kisah anak yang dianggap takkan pernah menyicip pahitnya kesepian karena telah dilimpahkan materi oleh orangtuanya yang sibuk bekerja. Kesepian bisa diam-diam menyelinap di persahabatan antara tiga orang remaja. Dua terlihat akrab, yang ketiga teracuhkan. Kesepian bisa tak terlihat, bisa tersembunyi di balik tawa lepas orang-orang asik memainkan gadgetnya, atau di balik muka ceria orang-orang saat mendengarkan lagu. Kesepian bisa jadi satu-satunya alasan kenapa sang mantan terindah tiba-tiba ngehubungin kita lagi. Si mantan ternyata cuma kesepian, bukannya kangen apalagi ngajak balikan. Kasihan.....


Bagian yang menakutkan, ternyata kesepian berbahaya bagi kesehatan fisik. Banyak studi yang meneliti tentang bahaya kesepian, diantaranya kesepian sama bahayanya dengan merokok 15 batang sehari. 15 batang. Panjang-panjang. 15 batang panjang, kalau semuanya disatuin punya kamu bakalan kalah panjang. Eh maaf. agak ambigu. Penelitian lainnya menemukan bahwa bahaya kesepian dua kali lipat besarnya dari dadanya Jupe obesitas. Terutama bagi lansia. Tuh, yang lagi jomblo, Jangan jomblo sampe lanjut usia, ya. Huahahahahaha.

Yang kesepian, bisa ngumpul-ngumpul sama tiga keponakan dan anak tetanggaku nih. Anaknya asik-asik kok.

Itu menurut penelitian sekumpulan orang-orang pintar. Kalau orang sok pintar dan sok cantik kayak aku boleh bikin penelitian, eh pengamatan sih lebih tepatnya, tentang apa aja dampak dari kesepian, hasilnya kayak di bawah ini. Semoga lebih menakutkan. 


1. Bikin mel-think
Gak, aku gak typo kok, atau kalian gak salah baca kok. Aku bukannya mau ketik melting yang artinya meleleh itu. Mel-think itu singkatan dari melancholy-thinking, pikiran yang rasanya lebih parah dan dramatis dari negative-thinking. Saat kesepian, banyak kalimat-kalimat yang isinya mengutuk orang lain, keadaan, dan diri sendiri. Berpikiran yang ngeres enggak-enggak. 

"Kenapa aku terlalu lama sendiri? Padahal aku bukan Kunto Aji! "

"Kenapa aku gak kayak tangga yang anaknya banyak?"

"Ini Bumi apa planet Mars? Penghuninya kayak gak ada!" 

"Apa aku harus sakit kanker dulu atau diculik alien dulu biar semua perhatian sama aku?"

Selain kalimat-kalimat di atas, kesepian juga bisa menciptakan air asin yang mengalir dari mata kita sampe ke bawah dagu. Asin rasanya, begitu kita tau saat orang yang kita butuhin gak ada buat kita. Begitu kita tau hanya ada kita dan dinding kamar, saling berhadapan. 

Pengen rasanya air mata yang keluar ada warnanya, biar aku rada senang dikit. Biar kayak Justin Bieber di MV Where Are Ü Now-nya Skrillex and Diplo.

Setauku, rata-rata cewek ngerasain mel-think saat kesepian. Gatau kalau cowok. 

Bahaya banget kalau sering ngerasa kesepian, trus mel-think. Bakal bikin ingusan mulu. Bantal basah tiap malam. Stok air mata habis. Ntar gak bisa nangis terharu pas di akad nikah atau wisuda anak lagi.


2. Bikin boros dan konsumtif
Bukan cuma boros air mata dan kalimat keluhan, tapi juga boros uang. Ada studi penelitian yang menemukan bahwa orang cenderung menghabiskan uang dan membeli barang yang tidak perlu saat kesepian. Dan kayaknya itu terjadi sama aku. Kalau aku lagi kesepian, aku cenderung suka gak mikir panjang buat jajan. Beli cemilan banyak, belanja baju, main di Amazon sampe bontok. Sok-sok gak peduli uang tinggal berapa. Begitu puas berbinal ria terus ngeliat isi dompet, pengen rasanya join bareng anak-anak di lampu merah.

Orang-orang pergi ke klub malam karena kesepian. Menghabiskan uangnya untuk kesenangan sementara, musik yang gak ada bikin hati tenang sama sekali, dan minuman yang rasanya kayak air kencing (katanya sih, belum pernah nyoba) itu. Om om pengusaha yang hobinya memakai jasa PSK itu bukan cuma karena dia hiperseks, tapi juga karena kesepian. Begitu juga dengan tante-tante girang yang doyan memanjakan berondongnya dengan harta, tahta, dan Raisa. Mereka hanya kesepian, menjadikan seks sebagai pelampiasan. Tapi dampaknya mengerikan buat keuangan mereka. 

Mengingat kebiasaanku saat kesepian yang rada konsumtif itu, semoga itu enggak ngebuatku berpotensi menjadi tante-tante gir..... Ah sudahlah. 


3. Bikin punya teman khayalan
Kesepian adalah salah satu alasan kenapa aku menciptakan Alzhema. Dengan hadirnya Zhema, aku ngerasa punya seseorang yang ngertiin aku, dan memberi nasihat songong tapi bijak. Zhema selalu mandang positif akan apa yang aku alami. Zhema terima aja dengar keluhanku. Zhema selalu ngebuat aku percaya sama dia, yang sebenarnya adalah diriku juga. 

Mungkin itu juga yang dirasain sama Narator di film Fight Club, film yang diangkat dari novel karangan Chuck Palahniuk, novel favorit Raditya Dika, seperti yang aku tahu dari majalah remaja Gadis. Dia ketemu sama tukang sabun bernama Tyler lalu ngebentuk sebuah perkumpulan bernama Fight Club. Hidup Narator yang dulunya suram karena penyakit insomnia dan sifat konsumtifnya, akhirnya jadi berwarna dan bermakna. Bukan, Narator bukannya jatuh cinta sama Tyler. Nah, ternyata si Tyler itu cuma 'teman khayalan'nya Narator semata. Gatau kalau sabunnya. 

Sejatinya, kita butuh orang lain dalam menjalani kehidupan. Orang yang kita butuhkan dan membutuhkan kita juga. Tapi kalau orang itu gak ada, kita gak bisa menghindari yang namanya kesepian. Teman khayalan adalah wujud dari angan-angan akan orang yang diharapkan selalu ada buat kita. Gak selamanya punya teman khayalan itu berbahaya sih, contohnya aja kayak Eminem, yang punya teman khayalan berupa alter ego bernama Slim Shady. Berkat alter ego, single The Real Slim Shady dan single lainnya meledak di pasaran. Tapi kalau berlebihan juga gak baik sih. 


4. Bikin salah orang
Quote "Never allow loneliness to drive you back into arms of someone you don't belong with." dari sekian banyak quote yang pernah dilontarkan Drake, adalah quote favoritku. Seperti yang aku tulis di atas, mantan mencari kita bisa aja karena kesepian. 

Kita, cewek-cewek, juga berpotensi melakukan hal yang sama saat kesepian. Sering terjadi adanya orang ketiga dalam hubungan, karena si cewek merasa kesepian. Orang ketiga yang awalnya cuma dianggap teman curhat, lalu jadi 'kakak angkat', dan pooof! Jadi selingkuhan. Si pacar tau, terus putusan, jadian sama selingkuhan, diselingkuhi sama selingkuhan, nyesal. The end. 

Saat kesepian, kurang perhatian dari pacar, kita (yang cewek-cewek, gatau kalau cowok) cenderung mencari perhatian dari orang lain. Entah dari teman, sahabat, atau mantan. Hati yang sedang kesepian itu mudah disusup sama orang yang baru dikenal sekalipun. Rentan. Bahayanya kalau kita 'mencari' perhatian ke orang yang salah. Bisa aja kita jadi musyrik, lari ke jin-jin nakal kalau kesepian.

Bukan cuma ke orang yang salah, kesepian juga bisa mengantarkan kita ke hal yang salah. Narkoba atau rumah bordil, misalnya. Bisa bikin lupa sih kalau kita kesepian, tapi dampaknya setelah itu.... menyenangkan, eh mengerikan maksudnya.


5. Bikin jadi pembunuh
Sebulan yang lalu, aku ngehabisin tiga hari berturut-turut buat nonton film  Jepang berjudul Confessions. Bukan, bukan JAV, tapi film. F-I-L-M. Tentang pembalasan dendam keren seorang guru SMP kepada dua pembunuh anaknya yang berusia lima tahun. Si guru memang benar-benar seorang guru sejati, memberikan 'pelajaran' berharga buat dua pembunuh itu, yaitu muridnya sendiri, yang masih SMP. Tema ceritanya fresh, para pemainnya total memainkan perannya, alurnya walaupun agak lambat tapi gak ngebosenin, setiap pengambilan adegannya unik, dan endingnya what the fuck! Aku cinta banget sama film yang bisa bikin aku bersumpah serapah pas habis nontonnya.

Mengerikan, ketika anak SMP bisa membunuh. Tanpa rasa bersalah. Lebih mengerikan lagi, alasan membunuh itu karena ingin dapat perhatian. Yang satu ingin membunuh supaya Ibunya yang udah lama pergi bakal nyariin dia, yang satunya lagi karena pengen punya teman. Mereka jadi pembunuh karena kesepian. Ngeres. Eh, ngenes.

Di film The Roomate, Rebecca jadi pembunuh supaya bisa jadi satu-satunya teman yang dimiliki Sara. Rebecca itu posesif dan gila. Dia gak mau ada orang lain selain dia.  Rebecca kayak gitu karena ngerasa gak punya siapa-siapa yang baik ke dia selain Sara. Dia kesepian.

Gila banget. Lebih gila lagi kalau kesepian bisa membuat kita jadi pembunuh untuk diri kita sendiri. Nyayat urat nadi. Gantung diri. Minum baygon. Nelan obat tidur banyak-banyak. Menabrakkan diri di rel kereta. Makan beling. Makan orang.


Jangan ngerasa kesepian. Bukannya kita harus selalu berada di keramaian. Kadang kita juga butuh waktu sih untuk sendiri, menyendiri. Tapi menyendiri dan kesepian itu beda. Menyendiri itu pilihan yang dibuat. Kalau kesepian itu, keadaan yang mau gak mau harus dilewati.Tapi kalau kita mau, kita bisa hindari.


Saat ngerasa kesepian, gak ada teman yang ngertiin kita, kita bisa lari ke keluarga kita. Saat gak punya pacar, gak ada orang yang mau mendengarkan kita, kita masih punya blog untuk menerima tampungan perhatian, curhatan, dan opini absurd kita. Saat ngerasa gak punya siapa-siapa, ngerasa bahkan dinding kamar pun enggan ada untuk kita lagi, kita masih punya Sang Pencipta untuk kita curhatian kok. Karena sebenarnya, kita gak pernah sendirian. Gak akan.


Salam. Wanita yang gak kesepian, cuma suka menyendiri.

Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Selasa, 01 September 2015

Kata Nanda, Kakaknya Punya Kenangan Manis

"Kenapa aku gak nangis ya malam kemaren? Nangis sih, tapi cuma menganak di pelupuk mata, gak netes behimat kayak bulan Januari kemaren."

Tawa kecil terdengar dari seberang telpon sana, sebagai jawabannya. Tawa kecil yang masih terdengar di telingaku sampe sekarang, walaupun telponanku sama Zai itu udah terjadi sebulan yang lalu.
Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Sabtu, 29 Agustus 2015

Kebiasaan

Semua berawal dari kebiasaan. Aku bisa enjoy ngelakuin sesuatu karena aku terbiasa ngelakuin sesuatu itu setiap hari.

Habis sakit kemaren, aku jadi terbiasa buat gak ngurusin blog ini lagi. Ngerasa nyaman aja, seolah kayak gak ada ‘tugas’ rutin yang harus dilaksanain, Ngerasa aneh juga, aku yang udah nganggap blog ini jadi partner curhatku dari jaman SMK, malah sekarang seakan-akan gak kenal ‘siapa’ itu blog. Aku baru ingat kalau aku punya blog gara-gara e-mail bejibun yang masuk, e-mail pemberitahuan kalau ada yang menaruh komentar di blog si anu, di blog si ini, dan di blogku.  Kayaknya aku bener-bener bakal jadi calon pengidap Alzhemeir kronis di usia 40-an.

Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Selasa, 04 Agustus 2015

Tahanan Maag

Entah doaku di postingan Gapapa Peekay, Asal Jangan Sakit itu terlalu mendramatisir atau gimana, tahun ini Mamaku memang gak sakit lagi kayak tahun kemaren, tapi aku yang sakit. Dan aku gak nyangka, sesuatu yang awalnya aku pikir cuma "Ah, masuk angin." itu ternyata sukses menjebloskanku ke dalam rumah sakit selama seminggu, hingga menyebabkan blog ini jadi kayak kamar kos ditinggal mudik. 

Oke, sebelumnya mau klarifikasi sih, kalau postingan ini bakal bikin yang baca kasian sama aku (ngarep) atau bahkan kasian sama dirinya sendiri, karena membiarkan dirinya terkantuk-kantuk ngebaca postingan yang panjang dan ngebosenin, serta acak kadut. Jadi, siapkan bantal atau pacar buat bersandar ya, kalau ada niat buat baca sampe habis.

Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Minggu, 05 Juli 2015

Gak Seganteng Adam Levine Sih, Tapi Bikin Kepikiran

Bukan, bukan kalian! Cewek-cewek yang lagi baca judul postingan ini dan berlanjut baca isinya. 


Tapi dua cowok bernama Abel Tesfaye dan Choi Min-Sik. Dua cowok yang bikin aku kepikiran akhir-akhir ini bukan karena rupa mereka, melainkan karena apa yang telah mereka lakukan ke aku. Bener-bener bikin kepikiran. Seolah ngegeser posisi yang udah pewe ditempati sama Adam Levine suami impianku dan Eminem ayah impianku. Dari pertengahan bulan kemaren aku selalu kepikiran sama apa yang 'dikatakan' sama Abel Tesfaye, dan beberapa hari ini aku kepikiran sama 'perbuatan' Choi Min-Sik yang kejam sampe kebawa mimpi. 

Share This:   FacebookTwitterGoogle+

POSTINGAN YANG LAKU

BLOG BINAL INI DILIHAT BERAPA KALI?

PARA PENGETIK YANG TERJERUMUS

TRANSLATE

YANG PUNYA KEHIDUPAN TERKETIK

Foto Saya

Makhluk Tuhan yang diduga kuat pengidap alzheimer kelak di hari tua, Makanya suka nulis, menceritakan apa yang perlu maupun yang gak perlu, sebuah kebiasaan yang diimpikan akan jadi sebuah kesuksesan. Moody-an, tapi disitu ngerasa masalah yang bikin mood jelek itu jadi sumber ide untuk nulis. Terobsesi untuk gendut, agar gak cuman kentut sama rindu aja yang ngumpul di badan. Si masokis yang terima saja dihujat pacar sendiri, dan tak lupa menghujat balik, lewat blog ini.
Copyright © TERKETIK | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com